Dasar Lu Homo!

Sebenarnya kejadian ini sudah lebih dari seminggu, tapi jika saya mengingatnya tetap membuat saya tertawa sendirian seperti orang gila(meski pada nyatanya sudah setengah gila... LOL). Kejadiannya terjadi pada hari Sabtu Malam alias Malam Minggu, di Jl. Merdeka, lebih spesifiknya di KFC Merdeka.

Saat itu, saya, ibu dan kakak saya makan di KFC(bukan bermaksud promo loh :p ). Karena yang memesan adalah kakak, saya dan ibu saya menunggu di kursi. Maklum habis nonton 5CM dari sore, jadi pas keluar perut lapar, dan kami memang lebih menyukai KFC dibandingkan McDonald(sekali lagi, ini hanya masalah selera aja bukan promo).

Tiba-tiba terdengar suara keributan, ternyata ada dua orang pria yang sedang bertengkar. Dari posturnya dan wajahnya, sepertinya mereka masih di awal 20'an. Semakin lama suara pertengkaran mereka semakin keras, tentu saja kami pun semakin jelas mendengar apa yang mereka ributkan.

S= Saya
K= Kakak
I= Ibu
P1= Pria kesatu
P2= Pria kedua

P1: Dasar homo lu!
P2: Lu tuh ya yang banci! Dasar anj*ng!
P1: Eh homo, lu kalau ngomong dijaga ya!
P2: Bodo amat, gw udah ga respect sama lu! Kita putus aja!
P1: Eh kok gitu? Jangan dong!!!! Masa gitu doang putus??
P2: Bodo amat!

Pria kedua pergi keluar, sedangkan pria kesatu mengejarnya.

S,K,I : .....................................................................................*sweat

Makin aneh-aneh aja ya dunia ini. (ndyw)


read more →

Bad Luck Monday

Karena kurang tidur dan kelelahan akibat kegiatan kemarin Minggu(dan kejadian yang menjengkelkan malamnya ~ baca disini ), saya pun berangkat kerja dengan rasa enggan. Setelah bersusah payah tiba di kantor, akhirnya saya bisa duduk juga di kursi dan menikmati sepoy-sepoy angin AC. Tidur sebentar bisa mungkin ya,,,,

Baru aja menutup mata sebentar, kantor dihebohkan dengan jaringan komputer yang tidak dapat mengakses email dan SAP. Saya pun langsung turun tangan, dan mengecek apa yang terjadi. Begitu melihat traffic yang lost (RTO -red) saya pun menelepon ISP yang berkerja sama dengan perusahaan kami. Namun anehnya, menurut mereka jaringan kami terpantau lancar. Begitu juga menurut teman-teman saya yang saya minta untuk memonitoring jaringan cabang Gedebage, terpantau sangat lancar.

Saya pun mengecek ruang server dan mengutak-atik swicth dan kabel LAN, namun progress-nya hanya sementara dan situasi kembali memburuk. Akhirnya saya meminta bantuan Taufik untuk datang ke Gedebage. Ringkas cerita, akhirnya situasi mulai terkendali.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, pada pukul 16.15 WIB, koneksi kembali terganggu. Padahal ketika saya coba ping ke server, semuanya lancar... Apa yang terjadi dengan semua ini!??? Akhirnya saya kembali menelepon ISP, ternyata permasalahan berada di pihak ISP. Permasalahan ini pun fix pada pukul 18.00 WIB.

Saya pun bergegas bersiap-siap untuk pulang, begitu turun tangga ke lt.2, seorang staff bernama Karyo langsung menghampiri saya dan memberitahu bahwa PC-nya rusak. Mau tidak mau saya memperbaikinya terlebih dahulu hingga akhirnya beres pada pukul 19.30 WIB.

Begitu semua kelar, saya pun bergegas ke lahan parkir dan pulang ke rumah. Sepanjang jalan bypass saya memakai kecepatan penuh karena rasa kantuk dan lelah yang terakumulasi, hingga akhirnya kecepatan motor menurun drastis dan terasa berat. Oh Tuhan, saya lupa isi bensin hari ini!!!!! Akhirnya saya pun mendorong motor mio saya ke SPBU terdekat. Begitulah Bad Luck Monday saya, bagaimana denganmu?

Pelajaran hari itu, harus banyak-banyak bersyukur dan anggap sebagai cobaan dari Tuhan. (ndyw)


read more →

The Taxi Horror

Malam itu, saya menuju Kota Bandung karena habis mengantar saudara saya Adam untuk beribadah di komplek pusat meditasi Vipassana Graha Jl. Kolonel Masturi Lembang, Bandung. Suasana di sana sangat berbeda dari vihara lainnya, karena konsep bangunannya menyerupai kuil-kuil yang berada di Thailand. Yah, meski belum berkesempatan mengunjungin negeri Gajah Putih tersebut setidaknya bisa mengunjungi tempat yang mirip-mirip lah.

Ringkas cerita, kami pulang kemalaman kalau ga salah saat itu pukul 20:30 WIB. Kami pun memutuskan menggunakan taxi untuk kembali ke arah Kota Bandung. Kami diantar oleh orang tua Adam ketika berangkat, namun urusan mereka belum selesai di Lembang sedangkan saya dan Adam harus kerja esok harinya.

Karena kelelahan dan bosan situasi perjalanan yang macet malam itu, saya dan Adam pun tertidur lelap. Hingga akhirnya saya merasakan suasana yang janggal. Suasana terasa hening dan mobil melaju sangat lambat. Saya pun segera menoleh ke arah Adam yang masih tertidur. Ketika saya memandang ke arah depan, butuh waktu dua hingga lima detik untuk membuat saya menyadari sesuatu yang janggal berikutnya, yaitu supir taxi tidak ada di depan. Kursi depan kosong melompong, namun keadaan mobil tetap melaju meski sangat lamban. Keadaan di sekeliling sangat gelap, hanya diterangi cahaya lampu depan mobil. Pohon-pohon bambu berjejer rapih di sekeliling jalan yang tentu saja membuat suasana semakin mencekam.

Saya pun langsung menepuk-nepuk wajah Adam(mungkin lebih tepatnya menampar) agar segera tersadar dengan situasi saat itu. Adam yang terbangun, langsung menyadari kejanggalan yang terjadi. Dia pun berteriak sekencang-kencangnya(dia memang parno sama hal-hal mistis). Tubuh saya lemas sekali, sedangkan Adam masih berteriak-teriak sembari mencoba membuka pintu mobil. Hingga akhirnya kami mendengar suara...

"TUK... TUK... TUK..." Terdengar suara ketukan pada kaca yang sangat keras secara tiba-tiba. Kami pun menoleh ke sumber suara itu berasal, ternyata terlihat sosok...

Ternyata yang mengetuk adalah supir taxi yang kami tumpangi. Ia pun kembali masuk melalui pintu supir. "Ada apa?? Kok tiba-tiba teriak? Nanti disangkanya lagi jadi korban perampokan lagi..." Kata si supir dengan berwajah lelah dan bingung.

Ternyata, karena macet parah si supir menggunakan jalan alternatif, yaitu melalui jl. Dago. Nah, pas di sepanjang alternatif tersebut, tiba-mobil mogok sehingga mau tidak mau ia harus mendorongnya hingga ke tempat yang banyak orang.

Akhirnya saya dan Adam pun membantu mendorong mobil, hingga akhirnya taxi tersebut mau di starter dan mesin menyala. Kami pun tiba di rumah pada pukul 02:15 WIB dini hari. Untungnya kami tidak menggunakan argo XD (ndyw)


read more →

Kalimat Sakti Para Wanita

Seperti minggu-minggu sebelumnya, malam Minggu kemarin pun saya menghabiskan waktu bersama keluarga. Bukan berarti saya tidak laku dan akhirnya tidak kemana-mana ya!!! Seperti yang pernah saya ungkit-ungkit sebelumnya, saya ini single bukan jomblo. (untuk yang ingin mengetahui perbedaannya, dapat membaca disini)

Salah satu yang membuat saya lebih memilih sendiri dulu adalah karena wanita itu mahluk yang rumit. Kenapa saya mengatakan demikian? Karena terkadang mereka sulit ditebak, sehingga membuat kita para pria serba salah. Apalagi jika mereka telah mengeluarkan kalimat sakti mereka, dijamin kita tidak bisa berkutik lagi.

Berikut adalah kalimat-kalimat sakti para wanita yang telah dialami oleh saya, antara lain :

1. Lu itu tidak peka!
Saya sering banget mendengar kalimat ini dari para wanita. tentu saja mantan-mantan saya termasuk kedalamnya. contoh :

P: Yang, kamu udah makan? Laper ga?
W: Udah tadi
P: Oh, ya udah kalau begitu.
(Wanita mulai cemberut)
P: Kamu kenapa yang? Kok cemberut?
W: Lu itu ga peka banget sih!!!

Nah loh, serba salah kan? Padahal tadi kan udah ditawarin. Gimana sih?????

2. Pilih mana?
Hidup itu pilihan, tapi sepertinya tidak sesulit yang diberikan oleh wanita. contoh :

Suatu ketika, si pria hendak melakukan UAS di kampus, tapi tiba-tiba si cewek tlp dan minta diantar ke undangan pernikahan teman dekatnya.
W: Yang kamu besok anterin aku ke pernikahan si Mawar(bukan nama sebenarnya -red) ya?
P: Aduh ga bisa yang, aku ada UAS besok nih.
W: Kok gitu sih, Mawar kan temen deket aku. Masa aku ga dateng sih????
P: Kamu kan bisa bareng sama temen kamu ke sananya.
W: Tapi semuanya kan pada bawa pacarnya masing-masing, masa cuma aku yang sendirian...
P: Aduh gimana ya???
W: Gini aja deh, kamu pilih aku atau UAS!?
P: Kok gitu sih?
W: Aku ingin tau, siapa sih yang lebih penting untuk kamu??
P: Oke deh, besok aku anter.......... (menghela nafas)

Alhasil karena tidak mengikuti UAS, si pria harus mengulang mata kuliah itu di semester berikutnya.

3. Iya, aku memang salah dan kamu yang selalu bener
Suatu ketika, si wanita melihat IPK Sementara si pria. Terus si wanita nanya, kenapa si pria bisa ngulang mata kuliah. Padahal temen-temennya yang lain pada dapet nilai B atau A.

W: Yang, kok kamu dapet nilai F sih? (di kampus saya memang ada nilai F loh!!!)
P: Kan itu gara-gara nganterin kamu ke pernikahan si Mawar, jadinya aku ga ikut UAS.
W: Kok kamu malah nyalahin aku sih????
P: Kenyataannya gitu kok, emangnya gara-gara apalagi coba?
W: Iya iya maaf, aku memang salah dan kamu yang selalu bener....
P: ...
W: ...
P: Bukan gitu juga maksudnya,,,
W: Udah ah, kamu mah memang selalu gitu ke aku(nangis mode on)

Si Pria langsung bengong mau ngomong apa lagi.....

4. Ntah aku yang terlalu berharap ke kamu, atau memang kamu yang ga bisa diharapkan
Suatu ketika si pria sedang menyiapkan diri untuk menempuh UAS mata kuliah yang sempat gagal di semester lalu. Tiba-tiba si cewenya tlp.

P: Ada apa yang? Kangen ya?
W: Engga, kok hehe.
P: Terus ada apa kamu tlp?
W: Yang aku lagi "dapet" nih, sekarang kamu bisa beliin softtex ga di minimarket?
P: Masa kamu nyuruh aku beli kaya gituan sih? Aku kan cowok, masa beli "gituan"?? Kamu aja beli sendiri!
W: Akunya lagi siap-siap nih, nanti takut ga keburu pas Mawar jemput aku sama suaminya.
P: Tapi aku kan mau UAS yang,,,
W: Ah,.,, Entah aku yang terlalu berharap ke kamu, atau memang kamu yang ga bisa diharapkan...
P: Yaudah, aku beliin, 10 menit lagi aku sampe ke kosan kamu.

Seketika itu juga si pria bergegas ke parkiran dan ke mini market untuk membeli pembalut wanita sembari menggunakan masker wajah. Sedangkan ditempat lain dan diwaktu yang sama, UAS pun dimulai. Index untuk mata kuliah ini kembali mendapatkan nilai F.

5. Cowok itu dimana-mana sama aja
Suatu ketika, si wanita mendengar bahwa suami temen dekatnya, yaitu si Mawar ketahuan masih berhubungan dengan mantannya. Kontan saja si Mawar sakit hati dan curhat pada si wanita. Setelah mendengar curahan hati si Mawar, kini giliran si wanita yang melampiaskannya ke si pria.

W: Tau ga yang?
P: Engga...
W: Ih kamu mah!!!
P: Aku kan emang ga tau? Iya kamu kesel kenapa yang?
W: Suaminya si Mawar masih nyimpen no tlp mantannya loh. Kamu juga pernah gitu kan dulu?
P: Tapi kan cuma sebatas silahturahmi aja yang.,,
W: Tau ah!! Cowok itu dimana-mana sama aja!

Disitu saya ingin sekali koreksi bahwa cowok itu banyak macamnya, ada cowok yang cakep, jelek, macho dan ada juga yang ngondek. Kalau menurut mereka semua cowok itu sama aja, itu berarti kebetulan selera cowok untuk mereka sama.

6. Selama ini kamu anggap aku ini apa
Saya sebagai cowok, jujur lebih seneng menunjukan perhatian langsung daripada berbasa-basi di sms,bbm ataupun di tlp. Begitu juga yang dialami si pria, sudah beberapa minggu ini ia sibuk berorganisasi di kampusnya dan juga futsal bersama teman-temannya.Sehingga frekuensi komunikasi dengan si wanita berkurang. Paling mereka berkomunikasi via sms, bbm ataupun tlp saja. Itupun si pria hanya membalas seadanya saja. Suatu ketika, si pria berkunjung ke kosan si wanita karena rndu. Tapi bukannya senyuman yang didapatnya, malah wajah cemberut kayak doraemon yang ia dapatkan.

W: Oh kamu toh...
P: Kok kamu reaksinya gitu sih yang?
W: Kalau udah ga ada temen, baru kamu dateng ke sini... (ini juga sering keluar)
P: Bukan gitu yang, tapi kan selama ini aku lagi sibuk sama organisasi, jadi...
W: Jadi apa!? Selama ini kamu anggap aku ini apa sih?
P: Kucing kali.... meow...

Si wanita pun mencakar si pria tanpa ampun..... tragis

7. Terserah
Mungkin itu adalah kata paling tersakti diantara semua yang ada. Kenapa begitu? Soalnya kalau cewek sudah mengeluarkan kata itu, si cowok udah ga bisa jawab "ya" atau "tidak" lagi. Saking seremnya ini kata-kata, saya sampai bingung nyari contohnya...

P: Yang maafin aku ya, aku kan cuma telat 5 menit. Itu juga gara-gara aku UAS dulu tadi(akhirnya...)
W: Tapi gara-gara kamu telat , aku jadi telat ke pesta anniversary pernikahan si Mawar.
P: Iya, aku ngaku salah yang,,,  tapi kamu jangan begitu juga dong sama aku
W: Terserah...
P: Ya udah... mungkin aku akan pergi dulu sampe kepala kamu mendingin
W : Lagi kayak gini kamu malah kabur gitu aja? Selama ini kamu anggap aku ini apa? Kamu ini kurang peka ya? Ntah aku yang terlalu berharap sama kamu atau kamu yang tidak bisa diharapkan!? Cowok itu dimana mana sama aja ya!

Esoknya si pria ditemukan tewas bunuh diri di kamarnya.....(ndyw)


read more →

Stoped By A Policeman

Hari Sabtu, sebenarnya paling enak berada di rumah dan santai menunggu hari Minggu. Tapi perusahaan di tempat saya bekerja, mempekerjakan karyawannya hingga hari Sabtu meski itu setengah hari. Karena hari itu adalah hari Sabtu, saya memutuskan untuk bersantai santai di kantor hehe.

Sialnya, baru saja duduk beberapa puluh menit, telepon saya berdering. Saat itu yang menelpon adalah Pak Heru, yang tak lain adalah Area Of Supervisor(AOS) wilayah Soreang. Ia memberitahu bahwa PC nya bermasalah, dan ada data yang harus di proses hari itu juga. Otomatis, saya harus ke Soreang untuk mengecek keadaan PC nya.

Saat perjalanan menuju ke sana, tiba-tiba seorang polisi setengah baya memberhentikan sepeda motor saya. Ternyata saya melanggar salah satu rambu, yaitu dilarang berbelok ke arah kanan secara langsung, seharusnya ke kiri dulu sedikit dan berbalik arah. Akhirnya polisi itu menyuruh saya untuk menghampiri polisi yang ada di pos.

Saya pun menyerahkan SIM dan STNK ke polisi tersebut. Polisi itu mengecek satu persatu data yang ada di kedua benda tersebut. Ia pun terlihat bingung dan memandang saya.

S= Saya
P= Polisi

P: Ini beneran kamu?
S: Ya iyalah pa
P: Kok di SIM nya kayak cewek, cantik lagi.

Saya yang saat itu mengenakan masker wajah sekali pakai dan helm, langsung melepaskan keduanya. Bisa berabe kalau saya sampai dianggap memalsukan SIM.

S: Tuh kan pa, itu photo saya.
P: Kirain cewek hehe, kamu bukan orang Bandung ya?(soalnya SIM yang saya gunakan adalah SIM Purwakarta)
S: Iya, pa. Saya baru disini. Mangkannya sayaga hafal jalan.
P: Emangnya mau kemana?
S: Ke Soreang Pa. Ke arah mana ya pa? (sembari pura-pura tidak tahu)

Polisi itu pun menunjukkan arah menuju Soreang.

P: Kamu umurnya berapa?
S: 24 pa,,,
P: Kamu udah nikah belum?
S: Belum pa
P: Kalau kawin?
S: Rahasia lah pa, masa nanya yang kaya gitu
P: Kawin itu enak loh...
S: Hehehe iya kali pa, nanti kapan-kapan nyobain deh(saya mulai geje di sini, sumpah risih banget). Jadi bisa damai ga pa?
P: Ga usah deh, nanti lain kali hati-hati ya. Boleh minta no hape nya?
S: Buat apa pa?
P: Ya buat nambah kenalan aja
S: Maaf ya pa ga bisa ngasih........ (ingin buru buru pergi dari sana)
P: Ya udah, perlu diantar ga?
S: Ga usah deh pa. Makasih ya pa, saya duluan hehe
P: Hati hati di jalan ya....

Saya pun langsung lari ke arah motor dan ngibrit menuju Soreang. Ampun deh, kaga mau lagi lewat sana dah, Kapok!!!!!!!!!! (ndyw)


read more →

Mang, Baksonya masih ada?

Kemarin malam sehabis pulang kerja, kebetulan sepupu saya si Gustave mampir ke rumah. Kebetulan juga malam itu cuaca cerah(soalnya seharian hujan cuy!). Akhirnya saya dan dia sepakat jalan-jalan malam ke mana aja, yang penting ga di rumah.

Sampai pada akhirnya, kita berdua tiba di lapangan Gasibu. Malem-malem gini, tiba-tiba inget perut konser keroncong. Saya pun bilang ke Gustave untuk cari makan dulu. Dia pun inisiatif memanggil tukang Bakso yang kebetulan lewat di situ. Pas lihat gerobaknya, saya inget kalau rasa Bakso-nya itu ga enak, terus mahal. Saya pun memberitahu hal tersebut ke Gustave. Doi pun bingung, hingga pada akhirnya itu tukang Bakso tiba di depan kami.

S= Saya
G= Gustave
TB = Tukang Bakso

S: Gimana nih?
G: Tenang, gw yang urus.

Kini tukang Baksonya sudah pas banget di depan kami, sembari menunggu kami.

G: Mang, Baksonya masih ada?
TB: Masih ada, masih banyak.
G: Oh syukur atuh kalau masih banyak. Jangan dihabisin ya mang, sisain buat saya. Soalnya saya mau beli besok.(sembari mengajak saya menjauh)
TB: ?????????????????????????????????????????????????????????????

Akhirnya kami makan Bakso Semar di Jl. Cihampelas hehe.(ndyw)

read more →

Taufik dan Mie Bakso

Kali ini, tokoh utamanya tetep si Taufik, si ganteng kalem meski pendek, gendut dan bermuka boros. Nah suatu ketika, doi sedang stay di Gedebage seharian, yang tentunya makan siang pun harus di Gedebage. Semula dia mau makan siang mie ayam, tapi sama saya langsung di cegah.

"Coba lu liat deh keluar, hujan cuuuuuy!" Sembari menunjukkan rintik air hujan dari jendela.

Singkat cerita, dia akhirnya mau makan di S.P.G alias Samping Gudang bersama orang Gedebage lainnya. Konflik kedua adalah, ia bingung mau makan apa. Lalu saya tawarkan untuk memilih Mie Bakso aja, daripada berpikir lama.

S = Saya
T = Taufik

S= Udah bakso aja cuy.
T= Kaga dah
S= Coba deh lu liat, udah ujan, dingin gini paling enak makan yang anget-anget.
T= Gitu ya?
S= Iya
T= Oke deh, gw mau beli bakso aja

Akhirnya berangkatlah si OB untuk membelikan makan siang untuk kami. Beberapa lama setelah OB pergi.

S= Lu tau ga?
T= Apa?
S= Sekarang kan hujan, lu kan beli bakso, otomatis pake mangkok kan? Jadi kemungkinan air kuahnya ditambah hujan ya....
T= Oh iya ya .............................................................................................. *sweat

Dan seperti yang saya perkirakan, mangkok baksonya tidak di tutupi lagi. Otomatis air hujan langsung membasahi isi mangkuk. Meskipun begitu, Taufik menghabiskan isi mangkuk tanpa sisa(bahkan kuahnya pun habis). Ending cerita, Taufik langsung mules dan ke kamar mandi sembari berteriak "Jangan masuk kamar mandi!!!!!!". (ndyw)


read more →